Results (
English) 1:
[Copy]Copied!
ANNA TERHADAP RAJAOp-bin imaginer yang digunakan sebagai pijakan dekonstruksi pada Anna and the King adalahop-bin Raja/Anna. Raja merepresentasikan Pusat (otoritas laki-laki Siam) dan Annamerepresentasikan periferi (guru perempuan berkebangsaan Inggris di Siam). Dari op-bin initerlihat bahwa pihak yang berkuasa dan memiliki hak-hak istimewa adalah Raja Siam dankerabat serta orang-orang di sekelilingnya. Pada bagian ini akan kita lihat bagaimana Annasebagai pihak yang tidak memiliki hak-hak istimewa ini menggoyahkan pihak yang memilikikekuasaan yang berakibat munculnya suatu rekonstruksi di pihak yang berkuasa. Secarasimbolis, determinasi Anna untuk mendekonstruksi praktek-praktek kerajaan Siam yangdianggapnya tidak sesuai bagi prospek Siam di masa mendatang dapat dilihat dari debatnyadengan Kralahome, Perdana Menteri Siam:... the Kralahome sighed. “Sometimes the best way to win is to surrender.”“And sometimes,” Anna replied, “it is not.”(Hand, 1999: 86).Dekonstruksi-dekonstruksi selanjutnya yang dilakukan Anna terhadap Raja dan kerajaan Siambeserta kulturnya menyangkut hal-hal sebagai berikut:Konsep Waktu SiamSewaktu Anna datang ke Siam, ia mengalami keunikan konsep waktu Siam seperti dikatakanoleh Klarahome, sang Perdana Menteri: “In Siam you will learn everything has its own time”(Hand, 1999: 22). Sebagai akibatnya, Anna tidak mendapatkan kepastian kapan bertemu Rajauntuk membicarakan pekerjaannya sebagai guru. Selain itu, semua hal selalu harus melaluiKralahome lebih dulu. Setelah menunggu tiga minggu dan hanya mendapat jawaban ‘segera,’Anna menjadi tidak sabar dan dengan marah mengkritisi konsep waktu Siam yang unik ini:“Please inform His Excellency that his use of the word soon is inaccurate,” she said coldly. “Itmeans ‘in a timely manner,’ which, in my case, obviously no longer applies.” (Hand, 1999: 39).Akibatnya, Anna diundang menghadap Raja keesokan harinya. Dengan demikian dapatdikatakan bahwa Anna, dalam tataran tertentu, mampu mendekonstruksi konsep ‘semua adasaatnya’ yang diutarakan Kralahome.Aturan Kerajaan jika Berhadapan dengan RajaMenurut aturan kerajaan yang dideklarasikan Kralahome, setiap orang harus dalam posisi tiarapatau “to touch forehead to floor” (Hand, 1999: 41) dihadapan Raja siap sebagai bentukpenghormatan. Anna menolak mengikuti tradisi kerajaan Siam ini. Ia menghormati Raja Siamdengan caranya sendiri “with the utmost respect” (Hand, 1999: 41), yaitu denganmembungkukkan badan (curtsying). Dengan cara ini Anna menunjukkan bahwa ada cara lainuntuk memberikan penghormatan pada orang penting.Ketika Anna diperintahkan meninggalkan ruang pertemuan sebelum ia sempat mengatakan apa-apa, Anna mendobrak aturan dengan memaksa membuka percakapan dengan Raja. Awalnyatindakan Anna ini mengejutkan banyak orang, tetapi sikapnya yang menghormat serta jawaban-jawabannya yang cerdas dan logis membuat Raja bisa menerima kegigihan Anna. Dengandemikian, Anna bisa dikatakan telah melakukan dekonstruksi terhadap aturan-aturan kerajaan.Hidup Bersama sebagai Satu Keluarga KerajaanDalam tradisi Siam, Raja dan keluarganya tinggal pada pemukiman kerajaan, the Hidden City,yang terpisah dari kediaman dan terlarang bagi rakyat jelata. Ketika Anna datang, ia dan anakserta pembantunya ditempatkan pada salah satu rumah di pemukiman keluarga Raja. Annamenolak hidup sebagai suatu keluarga besar dan menuntut diberi rumah sendiri yang berada diluar area kerajaan seperti sudah dijanjikan Raja dalam surat resminya.Di permukaan, Anna tampaknya hanya mengejar pemenuhan janji Raja tetapi sebenarnya adasesuatu yang lain yang yang berada di balik tuntutan Anna tersebut. Dengan kata lain, adamakna berbeda yang tertunda (konsep ‘differance’) yang harus diperhatikan. Anna sebenarnyasedang berjuang mempertahankan otoritas dan privasinya. Dengan tidak tinggal di dalam areakerajaan, Anna tidak sepenuhnya berada di bawah kontrol Raja meskipun ia bekerja untuk Raja.Jadi, Anna berusaha memisahkan pekerjaan dan kehidupan privat yang umum dalam tradisiBarat yang dianut Anna. Meskipun memakan waktu cukup lama, Raja akhirnya menyetujuituntutan Anna. Dengan demikian kontrol total Raja terhadap Anna sedikit terkurangi dengandekonstruksi yang dilakukan Anna secara halus, gigih, dan pasti.Penerapan Nyata Aturan BudakAdalah hal yang wajar bagi keluarga bangsawan dalam kultur Siam untuk memiliki budak. Aturanbudak di Siam memungkinkan budak membeli kebebasannya dengan sejumlah uang. Ternyataaturan ini tidak dipatuhi ketika budak yang bernama La Ore ingin membeli kebebasannya. Alih-alih mendapatkan kebebasan, La Ore mendapatkan hukuman berat dari majikannya yang kejam,Nyonya Jao Jom Manga Ung. Ketika Anna dan Putra Mahkota secara tidak sengaja menetahuikeadaan La Ore yang menyedihkan, Anna membebaskan La Ore dengan cara memberikancincin kawinnya ke majikan La Ore untuk kompensasi. Ketika peristiwa ini diadukan ke Raja olehNyonya Jao Jom Manga Ung, Anna tetap tegar dengan pendirian
Being translated, please wait..
