Michaelides et al. meneliti dan membandingkan kinerja dan efektivitas biaya pemanas air tenaga surya dengan permukaan kolektor dalam empat situasi: Fixed pada 40O dari horisontal, tracker satu-sumbu dengan sumbu vertikal, kemiringan tetap dan variabel azimuth serta mode tracker musiman dimana kemiringan kolektor berubah dua kali per tahun. Dalam menganalisis sistem, mereka menggunakan simulasi komputer menggunakan program simulasi TRNSYS untuk sistem thermosyphon. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kinerja termal terbaik diperoleh dengan tracker sumbu tunggal. Di Nicosia, fraksi surya tahunan (fraksi beban yang disediakan oleh radiasi matahari) dengan mode ini menghasilkan 87,6% dibandingkan dengan 81,6% modus musiman dan 79,7% dengan mode permukaan tetap, sedangkan angka-angka yang sesuai untuk Athen adalah 81.4 %, 76,2% dan 74,4%. Dari sudut pandang ekonomi, mode permukaan tetap lebih efektif dari segi biaya
Results (
English) 2:
[Copy]Copied!
Michaelides et al. Researching and comparing the performance and cost effectiveness of solar water heaters with collector surfaces in four situations: Fixed on 40O from horizontal, one-axis tracker with vertical axis, fixed slope and azimuth variable and a seasonal tracker mode where the collector's tilt changes twice per year. In analyzing the system, they use computer simulations using the TRNSYS simulation program for the Thermosyphon system. Simulated results show that the best thermal performance is obtained with a single axis tracker. In Nicosia, the annual solar fraction (load fraction provided by solar radiation) with this mode generates 87.6% compared to 81.6% seasonal mode and 79.7% with fixed surface mode, while the corresponding figures for Athen are 81.4%, 76.2% and 74.4%. From an economic standpoint, the surface mode remains more effective in terms of cost
Being translated, please wait..
