Results (
English) 1:
[Copy]Copied!
(4) Fase elaboration (penerapan) pada Learning Cycle 5E dapat melatih kem-ampuan siswa dalam mencari hubungan sebab akibat dengan menerapkan konsep yang telah dipelajari pada situasi yang berbeda. Pembuatan Mind Mapping pada akhir fase ini dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran berdasarkan konsep-konsep yang baru dipahami. Kegiatan ini berguna untuk membantu siswa menguasai, mengorganisasi pengetahuan untuk memperbaiki konsep siswa yang keliru di awal pembelajaran. Mind Mapping dapat memberi pandangan yang menyeluruh pokok masalah, mengumpulkan sejumlah besar data, serta mendorong pemecahan masalah (Buzan, 2009: 5). Mind Map yang telah dibuat digunakan untuk kegiatan evaluasi.(5) Fase evaluation (evaluasi) pada Learning Cycle 5E dapat melatih kemampuan kognitif siswa dalam menilai hasil belajarnya baik dari dimensi pengetahuan maupun keterampilan. Fase ini siswa dituntut untuk mampu menyimpulkan hasil yang diperoleh selama kegiatan pembelajaran salah satunya melalui Mind Mapping. Penggunaan Mind Mapping pada fase ini memerlukan bimbingan langsung serta pembahasan lebih mendalam dengan menunjukkan Mind Map yang baik untuk mencegah terjadinya miskonsepsi pada siswa. Menurut Seyihoglu & Kartal (2010: 1650) kegiatan Mind Mapping diakhir pembelajaran dapat membantu siswa melihat apa yang telah mereka pelajari. Bilgin et. al. (2013: 594) menjelaskana bahwa Mind Mapping dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur berpikir siswa terhadap hubungan antar konsep sains. Beberapa penelitian yang terkait dengan model Learning Cycle 5E, Mind Mapping dan keterampilan proses sains antara lain Karsli & Alipasa (2014) yang menyatakan bahwa model Learning Cycle 5E tidak hanya efektif untuk me-ningkatkan pemahaman konsep siswa tetapi juga keterampilan proses sains. Hasil penelitian Rilly (2014) menyatakan bahwa model Learning Cycle berbantuan teknik Mind Mapping efektif meningkatkan pemahaman konsep sains ditinjau dari keterampilan proses sains siswa. Sejalan dengan hasil penelitian tersebut hasil penelitian Jung-Mun & Yong-Seob (2014) juga menyatakan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan Mind Mapping dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan prestasi belajar siswa dalam bidang sains.Pemaduan teknik Mind Mapping pada Learning Cycle 5E selama kegiatan pembelajaran akan dapat membantu siswa untuk terlibat aktif dalam berpikir pada setiap tahapannya. Buzan (2009:6) menjelaskan bahwa Mind Mapping dapat me-mbantu siswa dalam kegiatan merencanakan, mengkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi secara keseluruhan. Siswa yang terlibat aktif secara langsung dengan objek yang dipelajari menyebabkan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh siswa lebih bermakna. Saat siswa aktif dalam kegiatan ilmiah maka mereka juga akan memiliki keterampilan proses sains.KESIMPULANBerdasarkan analisis data dan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model Learning Cycle 5E dipadu teknik Mind Mapping lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains dibanding dengan model pem-belajaran Learning Cycle 5E. Hasil tes diperoleh rata-rata niai keterampilan proses sains siswa yang belajar menggunakan model Learning Cycle 5E dipadu teknik Mind Mapping (71,64) lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai siswa yang belajar menggunakan Learning Cycle 5E (65,09).SARANBagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi praktis dalam mengembangkan keterampilan proses sains siswa sebagai upaya untuk mening-katkan kualitas pembelajaran IPA. Hal yang perlu diperhatikan adalah perlu adanya bimbingan langsung dari guru ketika menggunakan teknik Mind Mapping selama proses pembelajaran Learning Cycle 5E untuk membantu siswa dalam mengem-bangkan keterampilan berpikir pada setiap tahapannya. Bagi peneliti lain, diharapkan adanya penelitian lanjutan yang disesuaikan dengan karakteristik materi IPA yang lainnya. Mengingat model Learning Cycle 5E dipadu teknik Mind Mapping dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa.
Being translated, please wait..
